Mahasiswa UBL Raih Juara 3 Dunia Kompetisi AI Internasional di Tiongkok

PAS-S.COM- BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim PROTECTA berhasil meraih Third Prize atau Juara 3 Dunia dalam ajang Global AI Scenario Innovation Competition (GAISIC) 2026 yang diselenggarakan di Guangzhou Huashang College, Tiongkok, pada April 2026.

 

Prestasi tersebut menjadi capaian penting bagi UBL dan Indonesia. Pasalnya, GAISIC 2026 diikuti 384 tim dari lebih dari 20 negara, termasuk negara-negara dengan ekosistem teknologi maju seperti Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Kanada. Di tengah persaingan global yang ketat, Tim PROTECTA UBL mampu menembus tiga besar dunia melalui inovasi berbasis kecerdasan buatan.

 

Tim PROTECTA beranggotakan Surya Pratama Januarvi, Muhammad Ilham Alparsy, dan Praise Otniel Beethoven. Mereka meraih penghargaan tersebut setelah melalui proses penjurian ketat dengan menghadirkan inovasi sistem deteksi dan mitigasi kebakaran berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

 

Dalam kompetisi tersebut, Tim PROTECTA memperkenalkan sistem cerdas yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis melalui identifikasi api, asap, dan peningkatan suhu. Sistem ini juga dirancang untuk mengirimkan peringatan secara real-time serta menampilkan informasi lokasi kejadian guna mempercepat proses penanganan.

 

Perwakilan Tim PROTECTA, Muhammad Ilham Alparsy, mahasiswa prodi Infromatika UBL ini mengatakan inovasi tersebut berangkat dari persoalan keterlambatan penanganan kebakaran yang masih kerap terjadi di masyarakat. Menurutnya, lambatnya proses pelaporan dan kurang akuratnya informasi lokasi kejadian dapat memperbesar risiko kerugian, baik secara materi maupun keselamatan jiwa.

 

“Dalam situasi kebakaran, setiap menit sangat berharga. Karena itu, kami mengembangkan PROTECTA sebagai sistem yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis dan mengirimkan informasi secara real-time sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Ilham, Senin (15/6/2026).

 

Tidak hanya berfungsi sebagai sistem peringatan dini, PROTECTA juga dilengkapi kemampuan analisis berbasis data. Melalui teknologi AI, sistem ini dapat membaca pola risiko dari data sensor, memberikan peringatan dini, sekaligus merekomendasikan langkah pencegahan agar potensi kebakaran dapat diminimalkan sejak awal.

 

“Kami tidak hanya ingin membuat sistem alarm, tetapi menghadirkan solusi yang dapat membantu pengguna memahami risiko dan mengambil tindakan pencegahan sebelum kejadian terjadi,” katanya.

 

Keberhasilan Tim PROTECTA menembus tiga besar dunia pada GAISIC 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki daya saing dalam pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa UBL mampu menjawab persoalan nyata masyarakat melalui pendekatan teknologi yang aplikatif, solutif, dan berdampak.

 

Rektor UBL, Prof. Dr. M. Yusuf Barusman, M.B.A., menyambut baik prestasi tersebut. Ia menilai capaian Tim PROTECTA sejalan dengan komitmen UBL dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset, kreativitas, dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi global.

 

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Bandar Lampung dan Indonesia. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa UBL memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional melalui karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Yusuf.

 

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus memperkuat budaya riset, keberanian berinovasi, serta kemampuan menghasilkan solusi teknologi yang tidak hanya kompetitif di tingkat global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

 

PROTECTA merupakan sistem cerdas berbasis AI dan IoT yang dikembangkan untuk mendukung deteksi dini dan mitigasi risiko kebakaran. Sistem ini mampu mendeteksi api, asap, dan kenaikan suhu secara otomatis, mengirimkan notifikasi real-time, menampilkan lokasi kejadian, serta memberikan analisis dan rekomendasi pencegahan berbasis data.(*/Id)

Artikel yang Direkomendasikan

[instagram-feed]